Biaya Operasi Kanker Leher Rahim Dan Efek Sampingnya

Operasi kanker leher rahim merupakan pengobatan kanker leher rahim stadium awal disamping radioterapi dan kemo yang biasa dilakukan oleh dokter dengan mengangkat sebagian atau seluruh organ rahim dan jaringan disekitarnya agar kanker tidak kembali lagi.

Disini kami akan memberikan informasi tentang operasi kanker leher rahim, biaya operasi kaker leher rahim hingga dampak atau efek samping yang bisa saja terjadi pasca operasi kanker leher rahim.

operasi kanker leher rahim

Operasi Kanker Leher Rahim

Ada beberapa tahapan pemeriksaan ( diagnosis ) yang biasanya dilakukan oleh dokter sebelum mengambil keputusan perlu dan tidak perlunya dilakukan operasi pada pasien kanker leher rahim.

Dan berikut adalah beberapa tahapan atau diagnosis tersebut, yakni :

  1. Kolposkopi. Kolposkopi adalah pemeriksaan leher rahim untuk mencari kelainan, pada tahap ini dokter akan memakai kaca pembesar khusus untuk melihat vulva, vagina, dan leher rahim. Jika ditemukan ada kelainan maka dokter akan mengambil sampel kecil berupa jaringan yang ada dilehe rahim.
  2. Biopsi Kerucut (Cone Biopsy), yakni pengambilan jaringan berbentuk kerucut dari leher rahim yang selanjutnya diperiksa dengan mikroskop untuk memeriksa apakah ada sel kanker.
  3. Kawat listrik melingkar. Prosedur ini akan menggunakan kawat tipis yang dialiri listrik bertegangan kecil untuk mengambil sampel jaringan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika hasil diagnosis menunjukan adanya kanker pada leher rahim maka selanjutnya dokter akan melakukan beberapa tes dan pemeriksaan lanjutan, yakni :

  • Tes darah: dilakukan untuk memeriksa kondisi hati, ginjal, dan sumsum tulang.
  • Pemeriksaan organ panggul: rahim, vagina, rektum, dan kandung kemih akan diperiksa apakah terdapat kanker.
  • CT scan: pemindaian kondisi tubuh bagian dalam dengan komputer untuk mendapatkan gambar tiga dimensi. Berguna untuk melihat kanker yang tumbuh dan apakah kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • X-ray dada: untuk melihat apakah kanker sudah menyebar ke paru-paru.
  • MRI scan: pemindaian memakai medan magnet yang kuat dan gelombang radio menghasilkan gambar dari dalam tubuh. Berguna untuk melihat apakah kanker sudah menyebar dan seberapa jauh penyebarannya.
  • PET scan: jika digabungkan dengan CT scan, prosedur ini dapat melihat penyebaran kanker dan juga memeriksa respons seseorang terhadap pengobatan yang dilakukan.

Setelah melakukan berbagai tes dan pemeriksaan tersebut maka biasanya dokter akan mengetahui sejauh mana penyakit kanker yang diderita sehingga tindakan pengobatan pun sudah bisa diambil.

Operasi menjadi langkah awal yang biasa disarakan dan dilakukan oleh dokter guna mengobati penyakit kanker leher rahim jika hasil pemeriksaan menunjukan kanker baru tahap awal.

Prosedur Operasi Kanker Leher Rahim

Ada 3 prosedur operasi yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengatasi penyakit kanker yang diderita sipasien.

1.) Operasi Radical Trachelectomy

Operasi ini biasanya dilakukan pada pasien kanker leher rahim stadium awal dan masing memiliki keinginan untuk memiliki anak.

Operasi ini dilakukan dengan mengangkat leher rahim, jaringan sekitarnya, dan bagian atas dari vagina, tanpa mengangkat rahim.

Dengan begitu maka pasien kanker leher rahim masih memiliki kesempatan mempunyai anak jika rahimnya tidak diangkat.

Pasca operasi, rahim dan vagina membutuhkan waktu untuk pulih, sehingga biasanya dokter akan menyarankan menunggu enam bulan hingga setahun setelah operasi sebelum memutuskan untuk hamil.

2.) Operasi Histerektomi

Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim wanita, yang biasa dilakukan pada pasien kanker leher rahim dengan stadium 1 lanjutan.

Ada 2 jenis operasi Histerektomi, yakni :

  • Pertama, histerektomi sederhana. Ini adalah prosedur di mana leher rahim dan rahim akan diangkat. Pada beberapa kasus, ovarium dan tuba falopi bisa juga turut diangkat. Prosedur ini bisa dilakukan untuk kanker serviks stadium awal.
  • Kedua histerektomi radikal. Leher rahim, rahim, jaringan di sekitarnya, nodus limfa, ovarium, dan tuba falopi, semuanya akan diangkat. Ini operasi yang cenderung dilakukan pada kanker serviks stadium satu lanjutan dan stadium dua pada tahap awal.

Operasi pengangkatan rahim ini jelas akan membuat wanita tidak lagi mampu mempunyai anak serta memicu terjadinya menopause pada pasien belum mengalaminya.

3.) Operasi Pelvic exenteration

Pelvic exenteration adalah operasi besar yang biasanya dilakukan jika kanker serviks kembali muncul setelah pernah diobati dan sempat sembuh. Operasi ini dilakukan jika kanker kembali ke daerah panggul, tapi belum menyebar ke wilayah lain.

Ada 2 tahapan yang akan dilalui oleh pasien kanker leher rahim yang melakukan operasi Pelvic exenteration, yakni :

  • Pertama, kanker akan diangkat bersamaan dengan kandung kemih, rektum, vagina, dan bagian bawah dari usus.
  • Kedua, dua lubang yang disebut stoma akan dibuat di perut untuk mengeluarkan urine dan kotoran dari tubuh. Kotoran yang dibuang dimasukkan ke dalam kantung penyimpanan, disebut dengan istilah kantung colostomy.

Itulah ketiga prosedur operasi kanker leher rahim yang biasa dilakukan oleh dokter guna mengobati penyakit kanker leher rahim dengan cara operasi.

Dampak Atau Efek Samping Operasi Kanker Leher Rahim

Operasi jelas akan menimbulkan efek samping yakni berupa luka bekas operasi karena sayatan-sayatan kecil yang dilakukan, yang mana hal ini tentu tidak akan bisa terhindarkan.

Disamping itu operasi kanker leher rahim juga bisa menimbulkan berbagai dampak atau efek samping dikemudian hari walaupun hal tersebut kecil kemungkinan terjadi.

dampak pasca operasi kanker leher rahim

Berikut ini beberapa efek samping pasca operasi kanker leher rahim yang mungkin saja bisa terjadi yakni :

A. Efek samping atau komplikasi jangka pendek

  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Risiko cedera pada ureter, kandung kemih, dan rektum
  • Penggumpalan darah

B. Kemungkinan komplikasi jangka panjang

  • Ketidakmampuan menahan kencing.
  • Vagina menjadi pendek dan lebih kering, hubungan seksual bisa terasa menyakitkan.
  • Pencernaan dalam usus terhalang karena adanya penumpukan bekas luka. Mungkin diperlukan operasi lagi untuk membukanya.
  • Pembengkakan pada lengan dan kaki karena penumpukan cairan atau limfedema.

Untuk itu bagi anda yang saat ini disarankan operasi maka sebaiknya mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda tentang efek samping yang mungkin saja terjadi.

sumber : http://www.alodokter.com/

Biaya Operasi Kanker Leher Rahim

Biaya operasi kanker leher rahim sangatlah bervariasi tergantung dari rumah sakit tempat anda akan melakukan operasi serta atau rujukan sehingga angka pasti dari biaya yang dibutuhkan tidaklah valid.

Namun sebagai gambaran atau perkiraan berikut ini adalah besaran biaya operasi kanker leher rahim yang kami ambil dari data Rumah Sakit Dharmais.

Operasi level 1 : Rp.19.800.000
Operasi level 2 : Rp.30.000.000
Operasi level 3 : Rp.32.200.000
Operasi level 4 : Rp.35.500.000
Operasi level 5 : Rp.37.800.000
Operasi level 6 : Rp.42.800.000

Data diatas bukanlah data valid hanya sebagai gambaran saja, untuk informasi lebih lengkap tentu anda harus menanyakan langsung kepada pihak rumah sakit tempat anda akan melakukan operasi.

Demikianlah informasi tentang biaya operasi kanker leher rahim dan efek sampingnya ini semoga bermanfaat dan bisa menjawab rasa ingin tahu anda. Terima kasih banyak sudah berkunjung dan menyimak artikel sederhana kami ini dan salam sehat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *